Minggu, 05 Januari 2014

Jelajah Hongkong & Singapore, Duo Metropolitan nan Apik



Hongkong dan Singapore bukanlah kota yang asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Meski demikian, mengeksplorasi Hongkong dan Singapore  tidak pernah membosankan. Pemandangan apik sepanjang jalan sungguh memanjakan mata. Banyak kesamaan nuansa yang tertangkap dari kedua kota. Lalu lintas yang teratur, taman-taman kota yang  rindang,  bersih dan terawat, trotoar yang luas dan jangan lupa pula gemerlap  shopping center  yang seolah berlomba menawarkan discount .


Wuaa....siapa yang ga sirik ya..punya trotoar seluas dan senyaman ini... Mudah2an kelak di Indonesia juga begitu


Hongkong dan Singapore  memiliki beberapa kesamaan. Salah satunya  adalah latar belakang sejarah sebagai  sesama jajahan Inggris, membuat pengaruh kolonialisme Inggris masih terasa. Terutama dalam  bidang ekonomi dan pemerintahan.  Dari segi  demografi,  mayoritas penduduk Hongkong dan Singapore  dari etnis Tionghoa meski di Singapore, etnis melayu dan India cukup mewarnai.  Sementara sisi  pertumbuhan ekonomi  yang amat   pesat membuat kedua kota ini sama-sama bergerak dinamis  seiring dengan laju pembangunan yang semarak diseluruh penjuru kota.
Ada beberapa pemandangan khas yang mirip saat menyusuri lalu lintas  kedua kota. Taman-taman kota yang cantik dan teduh sungguh menggoda untuk sekedar duduk melepas lelah. Tidak mengherankan karena kedua kota ini mengalokasikan area nature reserves yang cukup memadai, menunjukkan concern dan komitmen pemerintah terhadap kenyamanan warga kota.
 Taman di  Hongkong



 Area hijau di Singapore-kejauhan tampak lapangan olahraga suatu sekolah- asyiiknyaa...

Tak hanya taman-taman cantik,  di lalu lintas kota, ada pemandangan yang tak kalah menarik. Tampak beberapa bus bertingkat dengan disain  dan warna-warni cantik terlihat  berlalu lalang.  

Bus Kota di Hongkong

Foto bus buat turis jalan2 di Singapore -sptnya Hippo City Sightseeing *sayangnya cuma dapat memandang dari kejauhan*



Selain bus, transportasi yang menjadi idola, baik di Hongkong maupun Singapore adalah kereta api listrik yang merupakan angkutan massal. Di Singapore dikenal dengan istilah MRT sementara di Hongkong istilahnya MTR. Sedikit mirip, bukan? Pengoperasian kedua transportasi massal ini juga hampir serupa. Yang jelas dengan adanya MRT maupun MTR ini sangat membantu warga kedua kota tersebut untuk bepergian dengan mudah, cepat, aman dan murah.
Menunggu MRT di SG



Berkunjung ke Singapore tentu tak lengkap apabila tidak mampir ke Orchad Road. Trotoar yang lebar, lapang dan nyaman  dengan jajaran megah shopping centre  Lucky Plaza dan Takashimaya di sisi kanan dan kiri.  Melongok tas-tas branded keluaran  terbaru  di etalase sungguh menggiurkan, namun harganya cukup “wow”. Rasanya cukup puas  meski hanya berwindow shopping saja.  Alternative belanja lain di Singapore terhitung banyak seperti Bugis Street, China town atau Mustafa Shopping Centre. Untuk Mustafa Shopping Centre, meski kategori barang yang dijual lumayan lengkap namun pilihan dan  variasi barangnya rasanya tak jauh berbeda dengan di tanah air. Untuk membeli coklat  sekedar oleh-oleh untuk keluarga di tanah air, Mustofa  cukup recommended. Sementara di China town, pilihan untuk membeli oleh-oleh lebih beragam dengan harga murah meriah.
Mejeng di Chinatown

Untuk tempat belanja, Hongkong menawarkan pilihan yang lebih beragam dan harga yang lebih murah.  Banyak sekali tempat belanja menarik di sini seperti Tsim Sha Tsui, Ladies market,  atau Temple Street market. Untuk membei oleh-oleh yang murah meriah Ladies Market cukup recommended. Ladies Market merupakan jajaran kios-kios yang didirikan di sekitar daerah Mangkook. Meski namanya Ladies Market, namun tidak semua barang yang dijajakan hanya ditujukan untuk memenuhi keperluan perempuan. Kebanyakan memang berkisar pada produk tas, sepatu, aksesories, gantungan kunci  lucu, sampai pada souvenir khas daerah setempat yang  unik. Perlu diingat apabila hendak membeli anda harus tega menawar barang dan teliti terhadap kondisi barang.  Oya, jangan coba-coba menawar barang apabila kita tidak berniat membelinya. 

Meski mayoritas penduduknya berasal dari etnik Tionghoa, namun banyak juga warga muslim yang berdiam di kedua kota. Di Hongkong, para buruh migrant Indonesia (BMI) turut berkontribusi pada  pesatnya perkembangan Islam di negara tersebut. Namun  ketika berkesempatan berkunjung ke masjid Ammar di Hongkong, saya melihat sejumlah warga asli yang sudah berusia lanjut sedang menunaikan ibadah di masjid tersebut. Sementara di Singapore, terdapat warga etnis Melayu yang muslim.
 Masjid dekat Mustafa Center


Hongkong maupun Singapore menawarkan beragam tempat wisata yang seru. Dari sekian tempat wisata, sebenarnya masing-masing kota memiliki icon yang wajib dikunjungi apabila anda bertandang ke kota ini. Di Hongkong, Star Avanue menjadi tempat yang wajib dikunjungi apabila berkesempatan berkunjung kesana. Di Star Avanue terdapat jejak-jejak cap tangan selebriti Mandarin serta patung Bruce Lee yang sedang beraksi dengan gaya khasnya. Sementara di Singapore, Merlion Park dengan patung Merlionnya merupakan tempat tujuan setiap wisatawan yang beranjangsana ke Singapore.
Star`Avanue, HK



 Merlion Park, SG


Lelah menjelajah kedua kota ini, ada  berbagai kuliner yang siap tersedia dengan rasa yang maknyus. Selagi berkunjung ke Hongkong, sajian berupa dimsum merupakan menu yang menarik untuk dicoba. Tentu dengan memastikan kehalalannya terlebih dahulu.  Berbagai dimsum dengan citarasa manis maupun gurih sangat menggugah selera. Di Singapore, variasi kuliner  tak kalah  lezatnya. Beragam masakan  dengan sentuhan citarasa  China, India dan Melayu tersaji lengkap. 

 Srlupp... menu ala India di sebuah rumah makan di SG



Dimsum ala HK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar