Hongkong dan Singapore bukanlah
kota yang asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Meski demikian,
mengeksplorasi Hongkong dan Singapore
tidak pernah membosankan. Pemandangan apik sepanjang jalan sungguh
memanjakan mata. Banyak kesamaan nuansa yang tertangkap dari kedua kota. Lalu
lintas yang teratur, taman-taman kota yang
rindang, bersih dan terawat,
trotoar yang luas dan jangan lupa pula gemerlap
shopping center yang seolah
berlomba menawarkan discount .
Wuaa....siapa yang ga sirik ya..punya trotoar seluas dan senyaman ini... Mudah2an kelak di Indonesia juga begitu
Hongkong dan Singapore memiliki beberapa kesamaan. Salah
satunya adalah latar belakang sejarah
sebagai sesama jajahan Inggris, membuat
pengaruh kolonialisme Inggris masih terasa. Terutama dalam bidang ekonomi dan pemerintahan. Dari segi
demografi, mayoritas penduduk
Hongkong dan Singapore dari etnis
Tionghoa meski di Singapore, etnis melayu dan India cukup mewarnai. Sementara sisi pertumbuhan ekonomi yang amat
pesat membuat kedua kota ini sama-sama bergerak dinamis seiring dengan laju pembangunan yang semarak
diseluruh penjuru kota.
Ada beberapa pemandangan khas
yang mirip saat menyusuri lalu lintas
kedua kota. Taman-taman kota yang cantik dan teduh sungguh menggoda
untuk sekedar duduk melepas lelah. Tidak mengherankan karena kedua kota ini
mengalokasikan area nature reserves
yang cukup memadai, menunjukkan concern dan komitmen pemerintah terhadap
kenyamanan warga kota.
Taman di Hongkong
Area hijau di Singapore-kejauhan tampak lapangan olahraga suatu sekolah- asyiiknyaa...
Tak hanya taman-taman
cantik, di lalu lintas kota, ada
pemandangan yang tak kalah menarik. Tampak beberapa bus bertingkat dengan
disain dan warna-warni cantik
terlihat berlalu lalang.
Bus Kota di
Hongkong
Foto bus buat turis jalan2 di Singapore -sptnya Hippo City Sightseeing *sayangnya cuma dapat memandang dari kejauhan*
Selain bus, transportasi yang
menjadi idola, baik di Hongkong maupun Singapore adalah kereta api listrik yang
merupakan angkutan massal. Di Singapore dikenal dengan istilah MRT sementara di
Hongkong istilahnya MTR. Sedikit mirip, bukan? Pengoperasian kedua transportasi
massal ini juga hampir serupa. Yang jelas dengan adanya MRT maupun MTR ini
sangat membantu warga kedua kota tersebut untuk bepergian dengan mudah, cepat,
aman dan murah.
Menunggu MRT di SG
Berkunjung ke Singapore tentu tak
lengkap apabila tidak mampir ke Orchad Road. Trotoar yang lebar, lapang dan
nyaman dengan jajaran megah shopping
centre Lucky Plaza dan Takashimaya di
sisi kanan dan kiri. Melongok tas-tas
branded keluaran terbaru di etalase sungguh menggiurkan, namun
harganya cukup “wow”. Rasanya cukup puas
meski hanya berwindow shopping saja.
Alternative belanja lain di Singapore terhitung banyak seperti Bugis
Street, China town atau Mustafa Shopping Centre. Untuk Mustafa Shopping Centre,
meski kategori barang yang dijual lumayan lengkap namun pilihan dan variasi barangnya rasanya tak jauh berbeda
dengan di tanah air. Untuk membeli coklat
sekedar oleh-oleh untuk keluarga di tanah air, Mustofa cukup recommended. Sementara di China town,
pilihan untuk membeli oleh-oleh lebih beragam dengan harga murah meriah.
Mejeng di Chinatown
Untuk
tempat belanja, Hongkong menawarkan pilihan yang lebih beragam dan harga yang
lebih murah. Banyak sekali tempat
belanja menarik di sini seperti Tsim Sha Tsui, Ladies market, atau Temple Street market. Untuk membei
oleh-oleh yang murah meriah Ladies Market cukup recommended. Ladies Market
merupakan jajaran kios-kios yang didirikan di sekitar daerah Mangkook. Meski
namanya Ladies Market, namun tidak semua barang yang dijajakan hanya ditujukan
untuk memenuhi keperluan perempuan. Kebanyakan memang berkisar pada produk tas,
sepatu, aksesories, gantungan kunci
lucu, sampai pada souvenir khas daerah setempat yang unik. Perlu diingat apabila hendak membeli
anda harus tega menawar barang dan teliti terhadap kondisi barang. Oya, jangan coba-coba menawar barang apabila
kita tidak berniat membelinya.
Meski mayoritas penduduknya
berasal dari etnik Tionghoa, namun banyak juga warga muslim yang berdiam di
kedua kota. Di Hongkong, para buruh migrant Indonesia (BMI) turut berkontribusi
pada pesatnya perkembangan Islam di
negara tersebut. Namun ketika
berkesempatan berkunjung ke masjid Ammar di Hongkong, saya melihat sejumlah
warga asli yang sudah berusia lanjut sedang menunaikan ibadah di masjid
tersebut. Sementara di Singapore, terdapat warga etnis Melayu yang muslim.
Masjid dekat Mustafa Center
Hongkong maupun Singapore
menawarkan beragam tempat wisata yang seru. Dari sekian tempat wisata,
sebenarnya masing-masing kota memiliki icon yang wajib dikunjungi apabila anda
bertandang ke kota ini. Di Hongkong, Star Avanue menjadi tempat yang wajib
dikunjungi apabila berkesempatan berkunjung kesana. Di Star Avanue terdapat
jejak-jejak cap tangan selebriti Mandarin serta patung Bruce Lee yang sedang
beraksi dengan gaya khasnya. Sementara
di Singapore, Merlion Park dengan patung Merlionnya merupakan tempat tujuan
setiap wisatawan yang beranjangsana ke Singapore.
Star`Avanue, HK
Lelah menjelajah kedua kota ini,
ada berbagai kuliner yang siap tersedia
dengan rasa yang maknyus. Selagi berkunjung ke Hongkong, sajian berupa dimsum
merupakan menu yang menarik untuk dicoba. Tentu dengan memastikan kehalalannya
terlebih dahulu. Berbagai dimsum dengan
citarasa manis maupun gurih sangat menggugah selera. Di Singapore, variasi
kuliner tak kalah lezatnya. Beragam masakan dengan sentuhan citarasa China, India dan Melayu tersaji lengkap.
Dimsum ala HK


Tidak ada komentar:
Posting Komentar