Selasa, 13 Agustus 2013

Tulisan Perjalanan ke China di Majalah Sekar

Alhamdulillaah.. lagi-lagi tulisan perjalanan ke China Januari lalu dimuat di rubrik Plesir majalah Sekar edisi akhir juli-awal agustus 2013.
Bertambah lagi satu profesi selain profesi utama sebagai ibu rumah tangga dan psikolog, juga profesi sampingan (baru) sebagai travel writer :)) Ternyata menarik juga ya profesi travel writer; selain bisa menikmati karunia Allah swt  berupa keindahan alam dan  kekayaan budaya yang tiada habisnya kita juga bisa menuliskannya sebagai kenang-kenangan untuk anak cucu kelak plus dapat honor pula (sst..... lumayan kalau dikumpulin mah bisalah buat dipakai jalan-jalan lagi ;p)
subhanallah... alhamdulillah..

Tertarik untuk menulis di majalah sekar?
Silakan tulis kisah perjalanan anda dan segera email ke : sekar@gramedia-majalah.com  jangan lupa  sertakan foto-foto cantik. 
Happy writing :))
 






Meningkatkan kemampuan Bicara Balita Anda


Kemampuan bicara anak merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai anak. Perkembangan kemampuan bicara akan menunjang perkembangan aspek-aspek lainya seperti kemampuan dan keterampilan anak dalam berkomunikasi, berbahasa dan membaca. Kemampuan ini dapat distimulasi dan dilatih sejak dini bahkan sejak anak masih didalam kandungan. Berikut beberapa tips yang dapat dipraktekkan oleh ayahbunda untuk meningkatkan kemampuan bicara anak di usia  balita
1. 1. Memperdengarkan bunyi-bunyian atau mengajak bicara sejak di dalam kandungan
Sejak masa kehamilan sebaiknya sering diperdengarkan berbagai bunyi kepada bayi dalam kandungan atau mengajaknya bicara. Lantunan ayat suci Al Qur’an dari bunda/ayahnya, music yang lembut atau music klasik  bahkan sapaan dari orang-orang sekitar sangat bermanfaat untuk mengenalkan bunyi pada sang jabang bayi.
2. 2. Being Talkactive Mom or dad
Meski mungkin sebelumnya ayahbunda adalah orang yang pendiam, namun menghadapi anak usia batita &/balita kita harus menjadi orang yang “cerewet”. Siapa lagi yang bisa menstimulasi kemampuan bicaranya kecuali Anda sebagai orangtuanya?
3. 3. Bila membicarakan suatu benda yang berwujud kongkrit, apabila memungkinkan tunjukkan benda yang dimaksud, kalau perlu biarkan anak menyentuhnya
Anak tak hanya perlu mengetahui nama benda yang dimaksud, tetapi ia pun perlu mengetahui bagaimana wujud, rupa dan bentuk dari benda untuk mengenalkan konsep tentang benda tersebut kepada anak.
4. 4. Buatlah anak nyaman berbicara dengan anda
Berbicara dengan lembut namun intonasi tetap jelas. Suara yang terlalu keras atau bernada seperti membentak, akan membuat anak tidak nyaman. Biasakan selalu berbicara dengan nada yang lembut dan beri perhatian penuh tatkala anak hendak berbicara.
5. 5. Ajak anak melihat cara pengucapan anda, termasuk gerak bibir dan posisi lidah ketika mengatakan sesuatu kata yang baru.
Anak belajar mengucap dengan cara mendengar dan melihat cara pengucapan. Agar ia dapat mengucap dengan tepat, biasakanlah untuk mengucap sesuatu dengan tepat pula. Apabila anak kesulitan menirukan pengucapan, cobalah ajak anak untuk melihat dan menirukan cara pengucapan anda.
6. 6. Dengarkan anak bicara
Sesedikit apa pun waktu anda, jangan abaikan anak anda yang hendak mengajak anda bicara. Jangan pernah memadamkan keinginannya untuk mengekspresikan dirinya ketika menceritakan sesuatu kepada anda walaupun dengan pengucapan yang belum terlalu jelas dan kosa kata yang masih terbatas.
7. 7. Jangan biasakan anak berbicara dengan pelafalan yang tidak jelas
Meski ayahbunda mengetahui dan mengerti apa yang diucapkan oleh anak, tetapi belum tentu semua orang bisa mengerti, bukan? Oleh karena itu biasakanlah anak untuk berbicara dengan artikulasi dan pelafalan yang jelas. Perbaiki atau koreksi cara pengucapan anak apabila ada yang keliru. Namun tetap dilakukan dengan cara-cara yang lembut dan penuh kasih sayang. Tentunya juga jangan memaksakan kemampuan anak karena ada beberapa huruf yang pelafalannya cukup sulit untuk dikuasai anak di usia balita serta baru akan dapat dikuasai anak di tahapan usia selanjutnya misalnya huruf r, z, atau bahkan s.

Kamis, 18 Juli 2013

Tulisan Perjalanan ke Bukittinggi di majalah Sekar

Alhamdulillaah....tulisan perjalanan saya sewaktu menikmati cantiknya Bukittinggi dimuat di majalah Sekar edisi akhir juni-awal juli 2013. Pemandangan Bukittinggi memang sungguh elok. Tak henti saya mengucap asma Allah  dan  berdecak kagum tatkala menyaksikan betapa menawan pemandangan kelokan Ngarai Sianok dari kejauhan atau betapa cantik pemandangan sawah membentang di Nagari Koto Gadang.



Betapa indahnya Indonesia... mudah2an tahun ini saya  bersama anak-anak dan ayahnya bisa berpetualang mengagumi dan mensyukuri keindahan nusantara yang merupakan karunia Allah swt.. amiin

Rabu, 26 Juni 2013

Tulisan Perjalanan di Koran Pikiran Rakyat




Alhamdulillah bulan Maret 2013 lalu tulisan perjalanan saya waktu ke Museum Wushu di Shanghai dimuat di Koran Pikiran Rakyat. Tentu saja sangat menyenangkan karena akhirnya bisa tembus juga ke Pikiran Rakyat.



Ssst.. akhir Juni-awal Juli ini ada tulisan perjalanan saya  ke Bukittinggi  yang  dimuat di Majalah Sekar edisi terbaru.
Nanti saya share ya..

Sabtu, 22 Juni 2013

Beautiful Madinah

Ini tulisan lama bunda... namun selalu suka bunda  baca kembali saat merindukan Madinah...



Meski ada angan yang terukir bahwa suatu hari kelak saya dapat berkunjung ke kota Madinah, tak terbayangkan bahwa saya akhirnya benar-benar menapakkan kaki disana, menghirup udaranya dan sempat merasakan jadi bagian darinya. Madinah, kota tempat Rasulullah bermukim setelah hijrah sampai wafatnya beliau. Kota yang amat beliau cintai setelah Mekah. Berada di Madinah selama beberapa waktu membuat mata saya terbuka untuk mengenal lebih jauh sisi lain kehidupan dan masyarakat kota Madinah. Dari ‘Aisyah ra berkata; ketika kami masuk, Madinah adalah negeri tempat bersarangnya penyakit, lalu Rasulullah saw berdo’a:Ya Allah, berikanlah kecintaan kami kepada Madinah, sebagaimana Engkau berikan kecintaan kepada Mekah, atau lebih dari itu, dan bersihkanlah ia serta berkatilah kepada kami dalam makanan dan bekalnya, dan gantilah wabah penyakitnya dengan juhfah (Shahih Bukhari, no. 1889; Shahih Muslim, no. 1376, sumber : Sejarah Madinah Munawwarah oleh Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani)
Melewati batas kota Madinah, tampak padang pasir terhampar diselingi bukit batu di sisi kanan dan kiri jalan raya. Suasana tampak sepi dan gersang. Satu dua buah toko yang menjual minuman dingin dan rumah-rumah penduduk bermunculan di sisi jalan. Mendekati pusat kota, keramaian bertambah. Rumah dan toko yang berjajar semakin banyak. Di salah satu sudut kota, tampak deretan toko-toko yang cukup rapi berbaris di tepi jalan namun pada sudut kota yang lain terlihat pemandangan yang bertolak belakang. Beberapa rumah dan bangunan tampak dibangun di bukit-bukit batu dengan arsitektur sederhana, terkesan seadanya. Memasuki pusat kota, tampak Mesjid Nabawi berdiri dengan megahnya. Saat itu  (tahun 2005) pembangunan sedang giat dilakukan dalam rangka perluasan mesjid Nabawi. Pemukiman dan pusat keramaian penduduk semuanya berputar mengelilingi masjid yang sekaligus merupakan pusat kota Madinah.
Penduduk Madinah tergolong multi etnis. Mayoritas berkebangsaan Arab. Selain warga asli arab saudi, terdapat juga penduduk yang berasal dari negara timur tengah lain seperti Mesir, Suriah, Jordan, Libanon dan Turki. Selain itu, ada juga penduduk dari negara asia lainnya seperti Bangladesh, India, Pakistan, Filiphina dan Indonesia. Warga Bangladesh dan Indonesia cukup dikenal sebagai pekerja di sektor informal seperti supir, petugas kebersihan atau penjaga toko. Selain itu, warga negara afrika seperti Sudan juga banyak ditemui di Madinah.
Pertama kali tiba, saya harus memakai abaya (baju luar berwarna hitam) dan cadar. Sempat canggung juga ketika pertama kali memakai cadar. Cadar yang saya kenakan cukup rapat menutup wajah dan hanya menyisakan sedikit celah untuk mata saya. Sebagian wanita warga Saudi bahkan melengkapi cadarnya dengan tabir berupa sehelai kain tipis berwarna hitam sehingga raut wajah mereka benar-benar tidak terlihat dari luar.
Banyak aktivitas yang biasa kami lakukan selama tinggal di Madinah. Pada malam-malam musim panas biasanya saya berjalan santai bersama suami untuk sholat maghrib atau isya di masjid nabawi sambil mendorong kereta bayi sementara si kecil tertidur lelap didalamnya. Apabila ia terjaga, ia akan menyepakkan kaki-kaki mungilnya sambil menatap langit Madinah yang indah di waktu malam. Dari kejauhan, kemilau kubah mesjid nabawi serta adzan yang syahdu berkumandang sungguh sempurna mengundang kami dan warga madinah yang datang berduyun-duyun untuk segera bersujud kepada Sang Khalik.
Kami tinggal di kawasan Tarik Salam. Jarak antara imaroh (rumah) kami dengan mesjid Nabawi tidak terlampau jauh, bisa ditempuh setengah jam berjalan kaki dengan santai. Sungguh nyaman menyusuri jalan sambil melihat-lihat suasana kota. Aroma kari yang khas tercium saat kami melewati restoran arab atau turki. Di tepi jalan, kami jumpai sekumpulan pria yang sedang mengantre roti kubus untuk makan malam atau beberapa anak lelaki berkulit hitam yang asyik bermain bola sambil menikmati cuaca malam yang hangat.

Menginap di Hotel Singgasana, Surabaya

Alhamdulillah, bulan ini Bunda berkesempatan singgah di kota Surabaya sebanyak dua kali. Kedua-duanya dalam rangka pekerjaan. Alhamdulillah selain Bibik bisa dikondisikan untuk menginap sementara Bunda ke Surabaya,  kebetulan pula Ibu mertua sedang singgah di Bandung, jadilah kepergian Bunda ke Surabaya diacc oleh Ayah. Meskipun memang agak berat untuk meninggalkan  Fathan dan Hanif, tetapi Bunda meyakinkan diri bahwa dengan adanya Ayah, Ibu  dan Bibik bisa menggantikan fungsi Bunda sementara Bunda ke Surabaya.
Alhamdulillah lagi kunjungan ke Surabaya ini selain memang menyenangkan juga sangat memuaskan buat Bunda. Kalau istilahnya mah work hard, play harder hehehe.... Disela-sela jadwal pekerjaan yang padat, kami-Bunda and team  masih sempat kukurilingan Surabaya bahkan sampai ke Madura. Dan lebih menyenangkan lagi adalah fasilitas yang diberikan, termasuk transportasi dan  penginapan. Di Surabaya Bunda berkesempatan menginap di Hotel Singgasana. Karena pergi agak terburu-buru, Bunda tidak sempat searching dulu di internet tentang hotel ini.   Makanya Bunda agak takjub sewaktu baru  tiba di hotel. Hotel ini menurut Bunda sangat recommended. Suasananya nyaman dan menu sarapannya buanyak..  Mulai dari menu nasional seperti lontong kari sampai menu internasional seperti sushi dan kimchi ada, juga kesukaan bunda  yaitu  dimsum. Fasilitasnya juga oke, ada kolam renang yang lumayan besar dan beberapa sepeda yang bisa digunakan gratis. Bunda jadi serasa berlibur sambil bekerja. Hanya saja jarak dari loby ke kamar yang agak jauh membuat Bunda sempat terpikir ingin menggunakan sepeda atau sepatu roda. Terpikir juga, pasti alangkah senangnya kalau bisa menginap disini bersama ayah dan krucil. Tapi waktu melihat harganya hehehe.. lumayan juga ya.. Jadi dinikmati saja ya berlibur sambil bekerja ini.. Mumpung haratis...
Kalau yang penasaran bisa lihat foto-foto di Hotel Singgasana ini.





Jumat, 21 Juni 2013

MEMILIH PRASEKOLAH YANG TEPAT UNTUK ANAK



Bulan–bulan ini, Ayahbunda  yang memiliki anak usia pra  sekolah  pasti sedang sibuk-sibuknya mencari pendidikan pra sekolah yang sesuai untuk buah hati tercinta. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan anak sejak dini, kebutuhan untuk menyekolahkan anak terutama pada masa-masa golden age (1 – 5 tahun) semakin nyata. Kondisi ini disambut hangat kalangan bisnis dan praktisi pendidikan.  Pendidikan pra sekolah menjamur di sudut-sudut kota yang strategis. Singkatnya, berbagai pilihan pendidikan pra sekolah tersedia lengkap. Orangtua dimanjakan pilihan yang beraneka ragam. Namun demikian, tetap dituntut kejelian untuk memilih pendidikan pra sekolah yang tepat bagi anak.
Tentu saja ada faktor-faktor yang perlu menjadi acuan orangtua sebelum memutuskan pendidikan prasekolah yang terbaik bagi anak. Menurut Marian Edelman Borden dalam buku Smart Start: The Parents’ Complete Guide to Preschool Education yang diterbitkan oleh Kaifa, secara ringkas informasi yang perlu diketahui oleh orang tua sebelum menentukan pendidikan pra sekolah untuk anaknya adalah sebagai berikut :
1.      Perbandingan jumlah guru dan murid untuk menjamin kualitas pendidikan dan pengasuhan di sekolah tersebut
2.      Latar belakang pendidikan para staf terkait dengan kualitas sumber daya yang profesional
3.      Sekolah yang sudah terakreditasi dan memiliki izin dari pemerintah lokal dan pihak yang berwenang termasuk dari departemen kesehatan.
4.      Brosur
Teliti baik-baik, apakah isi brosur sesuai dengan kenyataan yang didapati pada saat orang tua mengunjungi sekolah itu? Apakah kegiatan yang ada sesuai dengan tujuan perkembangan pada tahap perkembangan anak usia pra sekolah ? Pada usia pra sekolah semestinya lebih menekankan hal-hal mendasar, seperti: belajar berbagi, kerja sama, menjelajahi dunia sekitar, menggunakan pancaindra untuk tumbuh secara intelektual, emosional dan fisik.
5.      Lokasi
Tentukan dengan jelas lokasi yang praktis serta paling memungkinkan bagi orang tua dan aman bagi anak.
6.      Lingkungan
Untuk lingkungan dalam kelas, lihatlah apakah ruang kelas cukup luas, bersih, terawat dan tertata dengan baik, memiliki sirkulasi udara yang bagus dan lembab,   pencahayaan yang memadai  serta keamanan yang terjamin?
Untuk lingkungan di luar gedung sekolah harus aman dan terawasi dengan baik  pada saat kedatangan dan pulang sekolah. Halaman bermain harus memenuhi segala persyaratan dan perlengkapan anak untuk dapat bermain tetapi juga harus aman dan terlindung (berpagar).
7.      Para staf pendidik yang bertanggung jawab di sekolah
Meskipun para staf pendidik memiliki gaya pendekatan dan kepribadian yang berbeda, yang harus diketahui dengan pasti adalah apakah mereka menikmati pekerjaan mereka sebagai guru. Apakah mereka sungguh-sungguh menyukai anak-anak ? Bagaimana mereka menangani masa adaptasi anak di lingkungan atau kegiatan baru? Bagaimana cara berkomunikasi dengan anak-anak, baik bahasa tubuh maupun penggunaan bahasanya, apakah ia benar-benar mendengarkan anak? Bagaimana disiplin yang diterapkan? Bagaimana cara guru menghadapi anak yang sulit diatur?  serta bagaimana interaksi  guru dengan anak? Namun yang perlu diperhatikan secara keseluruhan adalah perhatikan ekspresi anak-anak selama belajar, apakah mereka tampak bahagia, tertarik dan sibuk dengan kegiatannya?
Dari semua point diatas, kalau boleh menambahkan, hal terpenting  adalah mengenalkan pendidikan agama termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pondasi yang paling mendasar bagi perkembangan anak selanjutnya. Kedua,  kenali kecenderungan karakter dan kebutuhan anak. Meski saat ini, banyak pendidikan  pra sekolah yang  menawarkan pendekatan multidisiplin, baik dari aspek psikologis, agama, fisik dan lainnya, tetap harus diperhatikan bahwa setiap pra sekolah memiliki program unggulan masing-masing. Apabila anak memerlukan lingkungan yang menekankan sosialisasi dan perkembangan emosi yang baik, Anda dapat memilih pendidikan pra sekolah  dengan pilihan kegiatan yang mengutamakan hal tersebut. Demikian pula apabila anak cenderung lebih mudah menyerap informasi melalui gerakan maka pilihlah sekolah  yang  banyak menekankan kegiatan olah tubuh  sebagai sarana mengembangkan kreativitas dan aktivitas anak untuk menyalurkan energinya. Tidak dianjurkan untuk memilih pra sekolah yang mengajarkan keterampilan calistung tapi pilihlah pendidikan pra sekolah yang lebih terarah pada kegiatan yang mendorong minat belajar, memfasilitasi rasa ingin tahu serta meningkatkan wawasan pengetahuan anak tentunya melalui berbagai kegiatan yang sesuai. Nah, sudahkah Anda memilih sekolah yang tepat bagi pendidikan pra sekolah anak tercinta Anda?